Mekanisme Pasar sebagai medan “survival of the fittest”


Seperti yang telah dinyatakan Galles, kekeliruan yang paling jelas dari sebuah pandangan terhadap mekanisme pasar sebagai medan “survival of the fittest” ialah bahwa bahkan di dalam pasar-pasar yang selama ini telah terkendala oleh berbagai peraturan dan perpajakan dll. sebagaimana yang kita saksikan dewasa ini, semakin banyak orang yang berhasil diselamatkan!

Kemakmuran dan teknologi yang tercipta lewat kapitalisme menunjukkan bahwa manfaatnya tidak cuma terbatas bagi yang paling fit saja. Meski terkendala luar biasa oleh intervensi pemerintah, kapitalisme tidak tertandingi dalam hal penyediaan berbagai barang dan jasa dalam skala massal dan harga yang lebih murah bagi semua orang. Semakin terbebas pasar dari kendala, semakin besar dia memproduksi-dan tanpa mencederai kebebasan atau merampas hak dari satupun individu! Bandingkan ini dengan cara menyubsidi si Budi dengan merampok si Badu. (Seperti pernah diucapkan seseorang, mudah sekali menjadi terkesan melakukan hal moral, apalagi dengan mengambil sumberdaya orang lain!)

Kapitalisme memperkaya siapa saja yang berani menjadi produktif. Sistem ini telah menyelamatkan nyawa miliaran orang yang barangkali tidak akan dapat bertahan hidup tanpanya. Pada kenyataannya kapitalisme memberi semua orang-yang paling lemah sekalipun, kesempatan terbaik bukan cuma untuk sekadar selamat, tetapi juga untuk berjaya. (Tentu ini bisa disetujui: siapa saja yang kaya tapi sembrono hari ini dapat jatuh miskin besok pagi; sebaliknya, siapa yang miskin saat ini, tidak tertutup kemungkinannya untuk menjadi sukses.) Salah satu petunjuk terhadap hal ini adalah semakin meningkatkanya waktu luang yang telah terjadi seiring dengan meningkatnya pasar. Bill Gates, yang tidak selesai sekolah, berhasil muncul menjadi orang terkaya di dunia, dan akan memberi ceramahnya Jumat ini di Balai Sidang. Yayasannya, yang mulai menjadi kekuatan sosial yang patut diperhitungkan dalam menolong kaum papa di dunia, mungkinkah terjadi dalam konteks hukum rimba?

Sebab di alam perjuangan yang Darwinian, satu orang diasumsikan memandang yang lain sebagai lawan atau musuhnya. Sebaliknya, di pasar bebas, bahkan seseorang yang berpotensi menjadi tiran bengis sekalipun tetap harus tunduk dan memusatkan usahanya dengan menawarkan nilai kepada konsumen, lewat cara damai transaksi tanpa paksaan. Satu kesimpulan yang saya nilai jenial dari Galles: pasar bebas bahkan menyalurkan dorongan kekuasaan menjadi pemberian layanan (service)!

 

Iklan

One thought on “Mekanisme Pasar sebagai medan “survival of the fittest”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s